Pembangunan e-government telah menjadi komitmen pemerintah sebagaimana ditetapkan pada Inpres 3/2003. Dalam era globalisasi, perkembangan teknologi informasi begitu cepat, dan semakin meningkatnya kualitas manusia mengakibatkan adanya upaya dari pemerintah untuk lebih meningkatkan pelayanan publiknya melalui e-government.
Elektronic Government (E-Government) adalah istilah yang sangat populer saat ini, dimana secara umum e-government adalah upaya mengaplikasikan pelayanan kepemerintahan melalui sistem informasi berbasis komputer.
Tujuan penelitian ini adalah sebagai langkah dalam mengimplementasikan komitmen pemerintah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan potensi yang ada untuk membangun sebuah sistem informasi e-government pada desa Sendangayu.
Dengan adanya sistem informasi di desa Sendangayu akan sangat membantu masyarakat dan pemerintah dalam melakukan pencarian data serta digunakan sebagai media untuk memberikan gambaran tentang potensi yang ada pada desa Sendangayu.
Dengan adanya sistem ini pula, maka dalam waktu yang cepat data bisa dicari sehingga dapat meminimalkan waktu, biaya, serta kesalahan yang mungkin terjadi. Penulis melakukan penelitian dan pengembangan sistem berdasarkan pendekatan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi tahapan perencanaan, analisis, desain, dan implementasi sistem.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem informasi e-government ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL yang dikembangkan dalam website online.
Kata Kunci : E-Government, Sistem Informasi, Potensi Desa, Sendangayu.
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
E-Government merupakan program dan komitmen pemerintah dalam upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik serta melakukan transformasi guna memfasilitasi kegiatan masyarakat dan kalangan bisnis untuk menuju masyarakat yang berbasis pengetahuan (Knowledge-based Society).
Melalui pengembangan e-governmnet, pemerintah mengharapkan dapat dilakukan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dan pemerintah daerah otonom dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Untuk implementasi e-government, pemerintah mengeluarkan Kebijakan Strategi Nasional Pengembangan E-Government yang dituangkan melalui Inpres No. 3 tahun 2003 :
Pengembangan e-government merupakan upaya untuk dapat mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.
Melalui pengembangan e-government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup 2 (dua) aktivitas yang berkaitan yaitu :
- Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis;
- Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh mayarakat di seluruh wilayah negara
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, aktivitas kehidupan manusia dalam berbagai sektor tengah mengalami perubahan. Begitu juga pada sektor pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah, perkembangan teknologi informasi telah melahirkan model pelayanan publik yang dilakukan melalui e-government.
Model pelayanan publik pemerintah melalui pemanfaatan e-Government lebih fleksibel dan lebih berorientasi pada kepuasan pengguna. Melihat kondisi potensi desa yang begitu memadai dan berjalan dengan baik, serta memanfaatkan teknologi informasi yang ada, meyakinkan penulis untuk membangun sebuah aplikasi dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan bermanfaat bagi semua pihak, yaitu aplikasi bersifat dinamis, yang digunakan untuk memberdayakan pemerintahan dan menggali potensi yang ada di desa Sendangayu.
Guna mendukung program tersebut, diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat terutama Pemerintahan Desa untuk memberdayakan potensi yang ada di Desa Sendangayu, dimana Pemberdayaan adalah bagian dari paradigma pembangunan yang memfokuskan perhatiannya kepada semua aspek yakni mulai dari aspek intelektual (Sumber Daya Manusia), aspek material dan fisik, sampai kepada aspek manajerial.
Pemerintah Desa sebagai ujung tombak pembangunan perlu mendapatkan perhatian serius yang di wujudkan dengan kerja keras oleh semua pihak, seluruh elemen masyarakat diharapkan memberikan informasi yang akurat tentang pemerintahan desa dan potensi-potensi yang dimilikinya untuk dimasukkan ke dalam aplikasi yang akan dibangun.
Penelitian ini terfokus pada pembangunan aplikasi yang mampu menyajikan data organisasi kepemerintahan dan data penduduk desa serta menggali potensi desa secara lebih detail di desa Sendangayu. Peneliti dalam mengumpulkan data melalui : observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi.
Sistem yang akan dibangun adalah sistem informasi desa berbasis web dimana aplikasi dan database berpusat di server dan aplikasi dapat diakses secara langsung 24 jam oleh masyarakat, kapanpun, dan dari manapun pengguna berada. Sistem yang akan dibangun juga memungkinkan pelayanan publik tidak dilakukan secara face-to-face sehingga pelayanan menjadi lebih efisien.
Penelitian yang dilakukan dengan mengambil tema : ”Pemanfaatan E-Government Sebagai Media Pemberdayaan Pemerintah dan Potensi Desa Sendangayu”, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi yang diharapkan, tentang pemerintahan desa dan potensi yang dimiliki, yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan agar lebih terarah dan tepat sasaran. Serta mampu mendatangkan investor untuk berinvestasi yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka diperoleh dua rumusan masalah yaitu :
- Bagaimana membangun sebuah aplikasi berbasis web pada desa Sendangayu sebagai media pelayanan terhadap masyarakat dan sebagai sarana menampilkan potensi desa?
- Bagaimana membuat alternatif metode penyimpanan, pencarian, dan pengolahan data sehingga menunjang kecepatan dalam mendapatkan informasi?
1.3 Batasan Masalah
Sehubungan dengan mengingat keterbatasan waktu, biaya dan fasilitas serta lebih fokus dalam penyusunan penelitian ini penulis memberikan batasan penelitian berupa :
- Penulis hanya melakukan penelitian terhadap desa Sendangayu.
- Sistem yang akan dibangun ini bersifat interaktif dan dinamis yang berisikan tentang penyimpanan, pencarian dan pengolahan data berupa data kependudukan, profil desa serta potensi desa Sendangayu.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan sistem informasi E-Government berbasis web pada desa Sendangayu ini adalah :
- Menghasilkan sebuah sistem terkomputerisasi untuk mengolah data dengan cepat dan akurat.
- Membuat suatu alternatif metode penyimpanan, pencarian dan pengolahan data dalam rangka meningkatkan kecepatan dalam penyampaian informasi.
- Memudahkan masyarakat ataupun instansi yang lebih tinggi dalam memperoleh informasi.
- Memperkenalkan potensi desa yang ada pada desa Sendangayu.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dalam penelitian ini dibagi dalam tiga bagian yaitu :
- Manfaat dari sisi akademik : hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam pengembangan wacana dan memperkaya kajian teori terkait sistem informasi e-government berbasis web.
- Manfaat bagi lembaga/desa : hasil penelitian tentang ”Pemanfaatan E-Government Sebagai Media Pemberdayaan Pemerintah dan Potensi Desa” dijadikan solusi untuk menggantikan sistem yang sudah berjalan secara manual dan diberlakukan di desa Sendangayu dengan sistem aplikasi berbasis web.
- Manfaat bagi masyarakat : dapat meningkatkan taraf pengetahuan masyarakat tentang teknologi informasi. Dalam penelitian ini juga dapat dipergunakan untuk melihat kreatifitas dalam bentuk pemberdayaan masyarakat desa untuk mengelola sumber daya yang dimiliki.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi E-Government
Menurut James S.L. Yong (2003), “Electronic-government as the government’s use of technology,in particular, web-based Internet applications to enhance access and delivery of government services to citizens, business partners, employees and other government entities”.
Pengertian diatas memberikan penjelasan bahwa E-Government merupakan penggunaan teknologi oleh pemerintah khususnya penggunaan aplikasi Internet berbasis Web untuk meningkatkan akses dan pemberian layanan pemerintah kepada warga negara, mitra bisnis, pegawai atau karyawan, dan badan pemerintah lainnya.
Menurut Indrajit (2006), “E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah (seperti Wide Area Network, Internet dan Mobile Computing) yang memungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan.
Dalam prakteknya e-Government adalah penggunaan internet untuk melaksanankan urusan pemerintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih baik dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Pengembangan e-Government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.”
Menurut Ali Rokhman (2008), “Penerapan e-Government dimaksudkan untuk memperpendek jarak antara aparat pemerintah sebagai pelayan publik dengan masyarakat sebagai public service customer karena E-Government merupakan front office bagi kantor layanan publik pemerintah.”
2.2 Jenis-Jenis E-Government
a. G2C (Government to Citizens)
Merupakan aplikasi E-Government yang paling umum, yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat (rakyat).
Dengan kata lain, tujuan utama dari dibangunnya aplikasi e-Government bertipe G-to-C adalah untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar masyarakat dapat dengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan pelayanan sehari-hari.
Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, entiti bisnis semacam perusahaan swasta membutuhkan banyak sekali data dan informasi yang dimiliki oleh pemerintah.
Disamping itu, yang bersangkutan juga harus berinteraksi dengan berbagai lembaga kenegaraan karena berkaitan dengan hak dan kewajiban organisasinya sebagai sebuah entiti berorientasi profit.
c. G2G (Government to Government)
Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk berinteraksi antar satu pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya berkisar pada hal-hal yang berbau diplomasi semata. namun lebih jauh lagi untuk memperlancar kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti
Negara (masyarakat, industri, perusahaan, dan lain-lain) dalam melakukan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik, mekanisme hubungan sosial dan budaya, dan lain sebagainya
2.3 Perkembangan E-Government di Indonesia
Kerangka perkembangan e-government di Indonesia dapat mengacu kepada Kerangka Sistem Informasi Nasional (Sisfonas) seperti terlihat pada gambar 1 dibawah ini.
Pada gambar diatas terlihat bahwa Sistem Informasi merupakan bentuk aplikasi pada masing-masing bidang (dinas atau badan) yang berada pada masing-masing instansi pemerintah. Secara bertahap Sistem Informasi ini dipadukan menjadi Sistem Informasi Nasional yang bersinergi antara satu sistem dengan sistem lainnya.
Pada akhirnya terwujudlah suatu Sistem E-Government yang menjamin interaksi G2G, G2B, dan G2C.
Dengan menyusun kerangka e-Gov yang sistematis, akan diperoleh manfaatnya antara lain : (1) menurunkan biaya administrasi; (2) meningkatkan kemampuan response terhadap berbagai permintaan dan pertanyaan tentang pelayanan publik baik dari sisi kecepatan maupun akurasi; (3) dapat menyediakan akses pelayanan untuk semua departemen atau LPND pada semua tingkatan; (4) memberikan asistensi kepada ekonomi lokal maupun secara nasional; (5) sebagai sarana untuk menyalurkan umpan balik secara bebas, tanpa perlu rasa takut. Berbagai manfaat tersebut pada akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan kepemerintahan secara umum.
2.4 Kerangka Pemikiran
Penelitian ini dilakukan karena melihat kebutuhan yang ada di desa Sendangayu dalam pemberdayaan dan potensi desa. Melihat kondisi ini maka perlu dibangun aplikasi e-Government untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga dapat digunakan untuk memberikan informasi data dan potensi desa yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan pembangunan dan investasi oleh para investor. Kerangka pemikiran di gambarkan sebagai berikut :
Penelitian ini menggunakan referensi dari penelitian yang sudah pernah dibuat sebelumnya yaitu Electronic Government Pemberdayaan Pemerintahan dan Potensi Desa Berbasis Web yang disusun oleh Hartono, Dwiarso Utomo, dan Edi Mulyanto.
Sedangkan pada aplikasi yang akan dibuat pada penelitian ini berjudul “Pemanfaatan E-Government Sebagai Media Pemberdayaan Pemerintah dan Potensi Desa.”
2.5 Landasan Teori
Electronic Government merupakan suatu proses sistem pemerintahan dengan memanfaatkan ICT (information, communication and technology) sebagai alat untuk memberikan kemudahan proses komunikasi dan transaksi kepada warga masyarakat, organisasi dan antara lembaga pemerintah serta stafnya.
Sehingga dapat dicapai efisiensi, efektivitas, transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakatnya. Konsep pengembangan e-government menentukan prioritas pengembangan e-Government suatu lembaga pemerintah, menyangkut hubungan Government to Government (G2G), Government to Bussines (G2B), dan Government to Citizens (G2C). (definisi e-government dalam jurnal Hartono, Dwiarso Utomo, Edi Mulyanto, 2010).
2.6 Desa atau Kampung
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014).
2.7 Sistem Informasi
Menurut Kenneth C.Laudon dan Jane P Laudon (2008) dalam jurnal Farida Nur Aini (2011) Sistem informasi didefinisikan secara teknis sebagai sekumpulan komponen yang selalu berhubungan, mengumpulkan, atau mendapatkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi.
Menurut Agus Mulyanto (2009 : 29) mendefinisikan Sistem informasi sebagai suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Alter dalam Kadir (2009:7), bahwa Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
2.8 PHP
Bahasa pemrograman yang di gunakan dalam aplikasi ini salah satunya adalah PHP. PHP atau Hypertext Preprocessor adalah sebuah server-side embedded script language artinya sintaks - sintaks dan perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan oleh server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa (materi PHP 2009) dalam jurnal Emi Ratna Setiani, Jajang Kusnendar, Eka Widhi Yunarso, 2010).
Menurut Abdul kadir (2008 : 2) PHP yang merupakan singkatan dari PHP : Hypertext Preprocessor, adalah bahasa pemrograman yang mana file dan seluruh prosesnya dikerjakan di server, kemudian hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser (lebih dikenal dengan istilah server-side scripting).
2.9 XAMPP dan MySQL
XAMPP adalah sebuah software web server apache yang didalamnya sudah tersedia database server MySQL dan support PHP programming. XAMPP merupakan software yang mudah digunakan, gratis dan mendukung instalasi di Linux dan Windows. Keuntungan lainnya adalah cuma menginstal satu kali sudah tersedia Apache Web Server, MySQL Database Server, PHP Support (PHP 4 dan PHP 5) dan beberapa module lainnya.
Menurut Bunafit Nugroho, (2008 : 92) MySQL sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya aplikasi pengguna (interface) yang mungkin berguna sebagai program aplikasi pengakses database yang dihasilkan. MySQL dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang open windows seperti Visual Basic, Delphi dan lainnya.
3. METODE PENELITIAN
3.1 Pengumpulan Data
Dalam metode ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang nantinya akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan aplikasi. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data antara lain sebagai berikut :
1. Metode Interview
Merupakan percakapan antara peneliti dengan informan. Peneliti disini berharap mendapatkan informasi. Interview dilakukan langsung kepada para pegawai perangkat desa, masyarakat, serta yang terkait terhadap potensi-potensi yang ada di desa.
2. Metode Observasi
Merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan tentang seluruh aktifitas yang ditemukan dilapangan, guna menunjang data interview dengan maksud memberikan solusi melalui sistem informasi yang akan dibangun sehingga lebih bermanfaat.
3. Metode Kepustakaan
Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari referensi berupa dokumen / berkas dan mengumpulkan data, peraturan perundang-undangan, jurnal penelitian. Melalui studi pustaka dilakukan kajian terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengolahan potensi daerah.
Kebutuhan data-data yang mengungkapkan tentang indikator yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Studi pustaka juga dilakukan untuk mengetahui kemampuan teknologi informasi yang akan diterapkan dalam sistem.
3.2 Model Perancangan
SDLC (System Development Life Cycle) atau Siklus Hidup Pengembangan Sistem dalam rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut.
Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut : Perancangan, Analisis, Desain, Kode, Implementasi, Uji Coba dan Perawatan.
1. Perancangan
Perancangan sistem sangat diperlukan karena piranti perangkat lunak merupakan bagian dari suatu sistem yang lebih besar. Tahapan ini akan diterapkan pada sistem yang akan dibuat untuk sistem e-Government pada desa Sendangayu.
Analisis disini merupakan pengumpulan kebutuhan sistem untuk membangun sebuah website untuk desa Sendangayu. Seperti menganalisa tampilan website, perangkat lunak (program) yang dibutuhkan, dan juga kemampuan kinerja yang diinginkan.
Pada tahap ini kegiatan dilakukan secara bertahap yang memfokuskan pada empat bagian penting yaitu struktur data, struktur sistem, detail prosedur dan karakteristik antarmuka pemakai, desain yang baik dan nyaman akan membuat user senang mengunjungi dan nyaman dalam mencari sebuah informasi.
4. Kode
Pada tahap ini kode-kode program yang dimengerti oleh komputer dituliskan ke dalam program editor website guna untuk membangun sebuah web yang akan digunakan untuk desa Sendangayu.
5. Implementasi
Setelah kode selesai ditulis, selanjutnya adalah uji coba sistem dengan menggunakan data seperti dilingkungan aslinya tetapi tidak menggunakan data sebenarnya melainkan hanya data simulasi untuk sekedar uji coba kelayakan sistem.
4. Kode
Pada tahap ini kode-kode program yang dimengerti oleh komputer dituliskan ke dalam program editor website guna untuk membangun sebuah web yang akan digunakan untuk desa Sendangayu.
5. Implementasi
Setelah kode selesai ditulis, selanjutnya adalah uji coba sistem dengan menggunakan data seperti dilingkungan aslinya tetapi tidak menggunakan data sebenarnya melainkan hanya data simulasi untuk sekedar uji coba kelayakan sistem.
Proses ini dilakukan setelah sistem digunakan oleh user, perubahan ataupun perbaikan akan dilakukan jika terdapat kesalahan, oleh karena itu sistem harus disesuaikan lagi untuk menampung perubahan kebutuhan.
Alat yang digunakan umumnya berupa gambar atau diagram atau grafik agar lebih mudah dimengerti untuk menyajikan data. Alat yang digunakan dalam menganalisis data diantaranya :
1. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem.
Ia akan memberi gambaran tentang keseluruan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks.
2. DFD (Data Flow Diagram)
Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang menggunakan notasi – notasi (simbol-simbol) untuk menggambarkan arus data. Data Flow Diagram sering digunakan untuk mengambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir.
Jogianto HM, (Analisis dan Disain system informasi pendekatan tersturktur, 1989 : 700) dalam jurnal Azwar Syarif (2009).
3. ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek - objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD digunakan untuk memodelkan struktur dan menggambarkan data dan hubungan antar data tersebut menggunakan beberapa notasi dan symbol. (ER Diagram 2009) dalam Jurnal Emi Ratna Setiani, Jajang Kusnendar, Eka Widhi Yunarso (2010).
Disamping itu, aplikasi ini memberikan kemudahan kepada admin untuk mengelola data-data desa dan mengurangi terjadinya kesalahan dalam pencatatan data.
Komponen utama pembentukan ERD yaitu Entity (entitas) dan Relation (relasi) sehingga dalam hal ini ERD merupakan komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang dideskripsikan lebih jauh melalui sejumlah atribut-atribut (property) yang menggambarkan seluruh fakta sistem yang ditinjau.
ERD menggambarkan proses pengunjung yang ingin mendapatkan informasi tentang Data Penduduk, Profil Desa, Potensi Desa dan Kegiatan Karang Taruna yang ada di Desa Sendangayu dapat dilihat pada gambar berikut :
Desa Sendangayu terdiri dari 10 Dusun yaitu Banjar Ratu, Singaparna, Bedeng, Banjar Negara, Way Lunak, Umbul Bukit, Umbul Dlemok, Umbul Lesung, Umbul Buntung dan Umbul Gunung. Jumlah masjid 12 dan Mushola ada 10. Jarak dari Desa ke Kecamatan ± 15 km, dan jarak dari Desa ke Provinsi ± 80 km.
1. Pertanian
Desa Sendangayu dalam sektor pertanian lumayan banyak, hampir sekitar ± 148,5 ha. Lahan Pertanian berupa tanaman Padi, Jagung, Cabe, Terong dan Semangka.
2. Perkebunan
Selain pertanian, Desa Sendangayu kaya akan hasi bumi dari perkebunan seperti Kakao, Kopi, Lada dan Pisang. Luas lahan ± 86,67 ha.
3. Peternakan
Mayoritas penduduk Desa Sendangayu hampir semuanya beternak Kambing dan Sapi. Ada juga ternak Kerbau akan tetapi tidak banyak dibandingkan dengan ternak Kambing dan Sapi.
3.3 Analisis Data
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode tersebut dapat mengarahkan penyusunan dalam melakukan penelitian dan pengamatan. Metodologi pengembangan sistem terstruktur membutuhkan alat dan teknik.Alat yang digunakan umumnya berupa gambar atau diagram atau grafik agar lebih mudah dimengerti untuk menyajikan data. Alat yang digunakan dalam menganalisis data diantaranya :
1. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem.
Ia akan memberi gambaran tentang keseluruan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks.
2. DFD (Data Flow Diagram)
Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang menggunakan notasi – notasi (simbol-simbol) untuk menggambarkan arus data. Data Flow Diagram sering digunakan untuk mengambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir.
Jogianto HM, (Analisis dan Disain system informasi pendekatan tersturktur, 1989 : 700) dalam jurnal Azwar Syarif (2009).
3. ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek - objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD digunakan untuk memodelkan struktur dan menggambarkan data dan hubungan antar data tersebut menggunakan beberapa notasi dan symbol. (ER Diagram 2009) dalam Jurnal Emi Ratna Setiani, Jajang Kusnendar, Eka Widhi Yunarso (2010).
3.4 Fokus Penelitian
Penelitian terfokus pada pembuatan sistem informasi e-government pada desa Sendangayu guna mempermudah pelayanan informasi kependudukan terhadap masyarakat dan sebagai media untuk menampilkan Potensi Desa untuk menarik investor melakukan investasi. Penelitian yang dilakukan terfokus pada :- Profil Desa (Peta wilayah, Visi-Misi, Organisasi)
- Potensi SDM (Mata Pencaharian)
- Potensi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan
- Potensi Kegiatan Karang Taruna
- Potensi Sosial Budaya (Keamanan)
- Potensi Bidang Kesehatan
- Potensi Bidang Ekonomi (Home Industry)
- Data Penduduk Desa.
3.5 Lokasi Penelitian
Penelitian pembuatan sistem informasi e-government ini dilakukan di Desa Sendangayu Kecamatan Padangratu Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung.3.6 Profil Desa Sendangayu
Pada Kecamatan Padangratu Kabupaten Lampung Tengah, terdapat 15 pembagian Kelurahan atau Desa yang salah satunya adalah Desa Sendangayu. Dari masing-masing Kelurahan atau Desa tersebut memiliki Kantor Kelurahan yang berbeda.3.7 Letak Wilayah
Desa Sendangayu merupakan salah satu dari 15 Kelurahan atau Desa yang berada di Kecamatan Padangratu yang letaknya berbatasan dengan :
a. Sebelah Timur : Desa Surabaya (Kecamatan Padangratu)
b. Sebelah Utara : Desa Mojokerto (Kecamatan Padangratu)
c. Sebelah Selatan : Desa Sidomulyo (Kecamatan Bangunrejo)
d. Sebelah Barat : Desa Purwosari (Kecamatan Padangratu)
4. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
4.1 Analisis Sistem
Tahapan analisis sistem pada perangkat lunak ini bertujuan untuk mengetahui jalannya sistem dan mendefinisikan kebutuhan perangkat lunak. Tahapan analisis sistem terdiri dari analisis sistem yang berjalan, identifikasi masalah, dan penjabaran arsitektur sistem yang akan dibangun.4.1.1 Sistem yang Berjalan
Sistem yang saat ini digunakan dalam penyampaian informasi dan penyimpanan data-data administrasi pada desa Sendangayu sudah menggunakan media elektronik seperti aplikasi Microsoft Office, akan tetapi belum didukung dengan sistem informasi berbasis website sebagai media untuk menampilkan data kependudukan dan potensi desa.4.1.2 Deskripsi Masalah
Permasalahan yang ada pada saat ini adalah bagaimana membuat sistem informasi yang dapat memanajemen semua data dan informasi, baik data kependudukan, profil desa dan potensi desa dengan memanfaatkan teknologi yang ada agar dapat meminimalisir penggunaan biaya dan informasi yang dicari lebih cepat dan dinamis untuk diakses oleh user4.1.3 Arsitektur Sistem
Arsitektur sistem memetakan kebutuhan dari sistem yang akan dibangun. Sistem informasi e-Government yang akan dibangun merupakan interface untuk user berfungsi memberikan informasi yang ada pada desa Sendangayu dengan menggunakan teknologi berbasis web.Disamping itu, aplikasi ini memberikan kemudahan kepada admin untuk mengelola data-data desa dan mengurangi terjadinya kesalahan dalam pencatatan data.
4.2 Perancangan Sistem
Diagram arus data adalah suatu model untuk menggambarkan asal data, tujuan data serta proses apa yang terjadi dalam suatu sistem. Dalam perancangan sistem ini, penulis menggunakan beberapa alat bantu untuk menjelaskan proses pendataan yang di lakukan pada Desa Sendangayu. Adapun tahap dalam proses tersebut adalah sebagai berikut :4.2.1 Diagram Konteks (Context Diagram)
Hal pertama dalam membuat diagram arus data untuk merancang adalah membuat diagram konteks yang menggambarkan sistem secara keseluruhan. Dari diagram konteks terdapat dua pengguna sistem yaitu admin, dan user. Model dasar sistem digambarkan pada diagram konteks yang dapat dilihat pada sistem informasi ¬e-Government desa Sendangayu pada gambar berikut :4.2.2 DFD (Data Flow Diagram)
Merupakan sistem pengumpulan data yang menggambarkan laporan data tingkat RT/RW sebelum sistem terkomputerisasi dan bagaimana rancangan dari sistem pengembangan membuat sebuah dokumen dapat di lihat pada gambar DFD berikut ini :4.2.3 ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan hubungan antara entitas yang digunakan dalam sistem untuk menggambarkan hubungan antara entitas atau struktur data relasi antar file.Komponen utama pembentukan ERD yaitu Entity (entitas) dan Relation (relasi) sehingga dalam hal ini ERD merupakan komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang dideskripsikan lebih jauh melalui sejumlah atribut-atribut (property) yang menggambarkan seluruh fakta sistem yang ditinjau.
ERD menggambarkan proses pengunjung yang ingin mendapatkan informasi tentang Data Penduduk, Profil Desa, Potensi Desa dan Kegiatan Karang Taruna yang ada di Desa Sendangayu dapat dilihat pada gambar berikut :
4.3 RANCANGAN STRUKTUR WEB
4.3.1 Rancangan Halaman Utama Web
Antar muka halaman web aplikasi sistem informasi E-Government digunakan oeh admin dan user, untuk menampilkan berita seputar kegiatan desa, agenda kegiatan desa serta fasilitas-fasilitas yang ada. Rancangan antar muka halaman web dapat dilihat pada gambar berikut :4.3.2 Rancangan Halaman Login Admin
4.4 IMPLEMENTASI
Pada bagian ini akan membahas implementasi dari analisis dan perancangan sistem. Hal-hal yang dibahas dalam implementasi mencakup perangkat lunak yang digunakan, implementasi database, dan user interface yang diperlukan dalam membangun Aplikasi e-Government pada desa Sendangayu.4.4.1 Perangkat Lunak
Pada implementasi, perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi e-governmnet di desa Sendangayu antara lain : Macromedia Dreamweaver MX 2004, XAMPP 1.7.3, Adobe Photoshop CS2, dan Sistem Operasi Windows 8.4.4.2 Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan dalam membangun aplikasi e-Governmnet di desa Sendangayu yaitu : Processor Intel core i3, RAM 2 GB, Hardisk 80 GB x 2,GPU Ati Radeon X 1300 PRO 256 MB, Output/Input Device.4.4.3 Halaman Antar Muka
Halaman antar muka merupakan halaman utama atau halaman awal hasil dari perancangan website e-Government desa Sendangayu. Adapun fungsi dari halaman utama antar muka ini yakni memberikan sebuah informasi yang dapat di akses oleh User atau Pengguna.4.4.4 Halaman Login Admin
Merupakan tampilan halaman pengguna administrator yang mempunyai hak akses terhadap pengolahan data dengan memasukkan Username dan Password sesuai dengan ketentuan pengguna administrator.4.4.5 Halaman Profil
Merupakan halaman yang memberikan sekilas gambaran tentang Desa Sendangayu :4.4.6 Halaman Potensi
Merupakan halaman yang memberikan informasi tentang Potensi yang terdapat di Desa Sendangayu.4.4.7 Halaman Data Penduduk
Menampilkan informasi data penduduk Desa Sendangayu. Seluruh data penduduk yang telah di inputkan oleh admin akan tampil pada halaman ini.4.4.8 Halaman Detail Data Penduduk
Merupakan halaman yang menampilkan detail data penduduk yang meliputi : Nama Penduduk, NIK, Jenis Kelamin, Pekerjaan dan lain-lain.4.5 PEMBAHASAN
4.5.1 Kondisi Umum Wilayah Kependudukan
Luas wilayah Desa Sendangayu Kecamatan Padangratu Kabupaten Lampung Tengah kurang lebih sekitar 13,63 km2. Jumlah KK ± 2.116 Kepala Keluarga yang terdiri dari Laki-Laki ± 2.234 jiwa dan Perempuan ± 1.998 jiwa sehingga jumlah penduduk desa Sendangayu ± 4.232 jiwa.Desa Sendangayu terdiri dari 10 Dusun yaitu Banjar Ratu, Singaparna, Bedeng, Banjar Negara, Way Lunak, Umbul Bukit, Umbul Dlemok, Umbul Lesung, Umbul Buntung dan Umbul Gunung. Jumlah masjid 12 dan Mushola ada 10. Jarak dari Desa ke Kecamatan ± 15 km, dan jarak dari Desa ke Provinsi ± 80 km.
4.5.2 Potensi Desa Sendangayu
Beberapa Potensi Desa yang dimiliki oleh Desa Sendangayu adalah sebagai berikut :1. Pertanian
Desa Sendangayu dalam sektor pertanian lumayan banyak, hampir sekitar ± 148,5 ha. Lahan Pertanian berupa tanaman Padi, Jagung, Cabe, Terong dan Semangka.
2. Perkebunan
Selain pertanian, Desa Sendangayu kaya akan hasi bumi dari perkebunan seperti Kakao, Kopi, Lada dan Pisang. Luas lahan ± 86,67 ha.
3. Peternakan
Mayoritas penduduk Desa Sendangayu hampir semuanya beternak Kambing dan Sapi. Ada juga ternak Kerbau akan tetapi tidak banyak dibandingkan dengan ternak Kambing dan Sapi.
4.5.3 Mata Pencaharian Penduduk
Sebagian besar penduduk Desa Sendangayu Kecamatan Padangratu bermata pencaharian dari Perkebunan dan Pertanian. Dari ± 4.232 jiwa banyak penduduk yang bekerja di sektor ini disebabkan Desa Sendangayu berpotensi untuk sektor perkebunan dan Pertanian.4.5.4 Tingkat Pendidikan Penduduk
Sebagian besar penduduk di Desa Sendangayu tingkat pendidikannya hanya tamat SD. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian, perancangan, implementasi, serta pengujian aplikasi yang telah dilakukan ada beberapa kesimpulan yang dapat dikemukakan antara lain sebagai berikut :- Dengan dibuatnya Sistem Informasi e-Government berbasis web pada desa Sendangayu, akan mempermudah para pengguna atau user khususnya masyarakat desa Sendangayu dalam melakukan proses pencarian informasi yang dibutuhkan.
- Memberikan layanan informasi yang lebih cepat, tepat dan akurat, serta dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa harus bertatap muka secara langsung untuk mendapatkan sebuah informasi yang dibutuhkan sehingga membantu dalam pengambilan sebuah keputusan.
- Dapat meningkatkan dan memberikan pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya terhadap masyarakat.
5.2 Saran
Dalam pembuatan Sistem Informasi e-Government pada Desa Sendangayu ini masih banyak hal yang harus dikembangkan, seperti :- Sistem Informasi ini dibangun menggunakan database MySQL. Apabila untuk memanajemen data yang lebih kompleks disarankan menggunakan sistem manajemen database ORACLE.
- Fitur yang ada pada aplikasi masih sangat terbatas, hanya menampilkan menu standar untuk website desa, sehingga disarankan untuk pengembangan selanjutnya agar menambahkan beberapa fitur baru seperti grafik untuk melihat persentasi dari jumlah penduduk berdasarkan tahun, sehingga sistem ini menjadi lebih interaktif.
- Menambahkan modul untuk mereplikasi database (back-up) yang ditujukan untuk mengatisipasi kerusakan pada database atau sistem yang tidak berjalan sebagaiman mestinya sehingga data yang ada pada sistem tersebut bisa diselamatkan.

Pengunjung yang Bijak selalu meninggalkan Jejak berupa Komentar.
EmoticonEmoticon