SMK Negeri Sukoharjo merupakan SMK negeri yang berada dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. Seiring dengan banyaknya siswa kurang mampu dan siswa berprestasi, maka diadakan beasiswa oleh pihak sekolah.
Dalam menentukan beasiswa, banyak kriteria yang harus dimillikai oleh masing-masing siswa untuk mendapatkan beasiswa. Masing-masing sekolah memiliki kriteria-kriteria untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.
Beasiswa ini dilakukan guna membantu siswa kurang mampu atau berprestasi selama menempuh study di sekolah. Untuk membantu dalam menetukan keputusan dimana siswa tesebut layak atau tidak untuk mendapatkan beasiswa maka dibutuhkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK).
Pada penelitian ini akan diangkat suatu kasus yaitu menetukan keputusan siapa yang berhak meneriama beasiswa dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).
Penelitian ini dilakukan dengan mencari nilai bobot pada setiap kriteria-kriteria yang ada, kemudian dilakukan proses perangkingan yang akan menentukan nilai optimal yaitu siswa yang berhak mendapatkan beasiswa.
Kata kunci: Beasiswa, Sistem Pendukung Keputusan (SPK), Kriteria, Simple Additive Weighting (SAW).
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Beasiwa yang harus diberikan kepada penerima yang layak dan pantas untuk mendapatkannya. Kriteria umum yang ditentukan oleh pihak kemahasiswaan SMK Negeri Sukoharjo. Untuk mendapat beasiswa tersebut maka harus sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Kriteria yang telah ditetapkan dalam study kasus ini adalah nilai rata-rata rapot, semester, penghasilan orang tua, jumlah saudara kandung, tanggungan orangtua dan lain-lain.
Oleh sebab itu tidak semua orang yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa tersebut akan diterima, hanya yang memenuhi kriteria-kriteria saja yang akan memperoleh biasiswa tersebut.
Karena jumlah peserta yang mengajukan beasiswa banyak dan terkadang proses seleksi beasiswa yang sudah dilaksanakan tersebut kurang fektif dan kurang valid untuk menentukan penerima beasiswa. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang bisa membantu proses seleksi beasiswa di SMK Negeri Sukoharjo.
Dalam tugas akhir ini, diimplementasikan sebuah sistem pendukung keputusan di SMK Negeri Sukoharjo. Sistem Pendukung Keputusan dapat memberikan pertimbangan prioritas penerima beasiswa tertentu. Sistem Pendukung Keputusan memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu, mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam sistem ini menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting). Model ini dipilih karena dapat menetukan nilai bobot untuk setiap atribut.
Kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif yang terbaik dari jumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak menerima beasiswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan.
1.2 Rumusan Masalah
Bagimana cara membangun sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting SAW) untuk menentukan penerimaan beasiswa di SMK Negeri Sukoharjo.1.3 Batasan Masalah
Untuk mempermudah didalam memahami ejurnal ini, penulis membatasi Bagimana cara membangun sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan penerimaan beasiswa di SMK Negeri Sukoharjo.1.4 Tujuan Penelitian
Manfaat dari penulisan E-jurnal ini adalah untuk mengaplikasikan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan penerima beasiswa di SMK Negeri Sukoharjo. Sedangkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :- Untuk memudahkan sekolah dalam penyeleksian calon penerima beasiswa;
- Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat terhadap siapa yang akan menerima beasiswa;
- Menerapkan metode Simple Addtive Weighting (SAW) untuk menentukan penerima beasiswa.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dalam pembuatan aplikasi ini ini antara lain :- Dapat membantu kerja tim penyeleksi beasiswa dalam melakukan penyeleksian beasiswa;
- Dapat mempercepat proses penyeleksian beasiswa;
- Dapat mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima beasiswa;
- Dapat mempermudah tim penyeleksi dalam menentukan penerima beasiswa.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem Pendukung Keputusan
Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang Ideal yaitu :- SPK adalah sebuah sistem berbasis komputer dengan antarmuka antar mesin / komputer dan pengguna.
- SPK ditujukan untuk membantu pembuat keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam berbagai level manajemen dan bukan untuk mengganti posisi manusia sebagai pembuat keputusan.
- SPK mampu memberi alternatif solusi bagi masalah semi / tidak tersetruktur baik bagi perseorangan atau kelompok dan dalam berbagai macam proses dan gaya pengambilan keputusan.
- SPK menggunakan data, basis data dan analisa model-model keputusan.
- SPK bersifat adaktif, efektif, interaktif, easy to use dan fleksibel.
- SPK menyediakan akses terhadap berbagai macam format dan tipe sumber data (data source).
Sistem pendukung keputusan adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manager dan dapat membantu manager dalam pengambilan keputusan ( Raymond Mc Leod, Jr., 1995;348).
Sistem pendukung keputusan merupakan bagian tak terpisahkan dari totalitas sistem organisasi keseluruhan. Suatu sistem organisasi mencakup sistem fisik, sistem keputusan dan sistem informasi (Dr. Ir. Kadarsyah Suryadi, 2002;13).
Bertolak dari pemikiran diatas, maka kelancaran fisik sangat dipengaruhi oleh mekanisme pengaturan yang dijalani. Rangkaian pengaturan sistem fisik ini distrukturkan dalam sistem manajemen yang tidak lain merupakan sistem yang menghasilkan keputusan yang diperoleh guna menjamin kelancaran sitem fisik.
Oleh karena sitem menajemen ini menghasilkan sejumlah keputusan, maka sering pula sistem manajemen disebut sitem keputusan. Berdasarkan uraian diatas, sitem keputusan tidak bisa dipisahkan dari sitem fisik maupun sistem informasi.
Kompleksitas sistem secara fisik menuntut adanya sistem keputusan yang kompleks pula. Ciri utama dari sistem pendukung keputusan adalah kemampuannya untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur.
Pada dasarnya system pendukung keputusan merupakan penembangan lebih lanjut dari sistem manajemen terkomputerisasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakaiaannya.
Sifat interaktif ini dimaksudkan untuk memudahkan integrasi antara berbagai komponen dalam proses pengambilan keputusan seperti prosedur, kebijakan, teknis, analisis, serta pengalaman dan wawasan manajerial guna membentuk suatu kerangka keputusan yang bersifat flaksibel.
Sitem pendukung keputusan adalah suatu pendekatan sistematis pada hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta penentu yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang paling tepat (Kadarsih Suryadi, 2000;1).
Sistem pendukung keputusan adalah suatu sistem berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model (Dadan Umar Daihani, 2001;55).
Untuk menghasilkan keputusan yang baik dalam sistem pendukung keputusan, maka perlu didukung oleh informasi dan fakta-fakta yang berkualitas antara lain :
a. Aksebilitas
b. Kelengkapan
c. Ketelitian
d. Ketepatan
e. Ketepatan waktu
f. Kejelasan
g. Fleksibilitas
2.2 Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut.
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
Dimana rij adalah rating kinerja ternomalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i=1,2,...,m dan j 1,2,..,n. Nilai o referensi untuk setiap alternatif (Vi)
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
Dimana rij adalah rating kinerja ternomalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i=1,2,...,m dan j 1,2,..,n. Nilai o referensi untuk setiap alternatif (Vi)
3. METODE PENGUMPULAN DATA
Cara mengumpulan data yang dipakai adalah mengunakan cara kuesioner, interview untuk menjaring serta memperoleh data yang terkait dengan kriteria penerima biasiswa.
4. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
4.1 Analisis Sistem
Lembaga Pendidikan khususnya sekolah, komputer menjadi alat untuk mempermudah kinerja setiap guru dan staf yang bertugas dan khususnya dalam penerimaan beasiswa. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut maka harus sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Kriteria yang ditetapkan dalam studi kasus ini adalah nilai rata-rata rapot, semester, penghasilan orang tua, jumlah saudara kandung, jumlah tanggungan orang tua, dan lain-lain. Oleh sebab itu tidak semua yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa tersebut akan diterima, hanya yang memenuhi kriteria-kriteria saja yang akan memperoleh beasiswa tersebut.
Oleh karena jumlah peserta yang mengajukan beasiswa banyak serta indikator kriteria yang banyak juga, maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan yang akan membantu penentuan siapa yang berhak untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
Kriteria yang ditetapkan dalam studi kasus ini adalah nilai rata-rata rapot, semester, penghasilan orang tua, jumlah saudara kandung, jumlah tanggungan orang tua, dan lain-lain. Oleh sebab itu tidak semua yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa tersebut akan diterima, hanya yang memenuhi kriteria-kriteria saja yang akan memperoleh beasiswa tersebut.
Oleh karena jumlah peserta yang mengajukan beasiswa banyak serta indikator kriteria yang banyak juga, maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan yang akan membantu penentuan siapa yang berhak untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
4.2 Perancangan Sistem
Tahap pembuatan aplikasi ini, terlebih dahulu adalah menetukan dan merencakan kriteria-kriteria dalam penerimaan beasiswa yaitu jumlah penghasilan orangtua, semester, jumlah tanggungan orangtua, jumlah saudara kandung, dan nilai rata-rata rapot
a. Bobot
Dalam penelitian ini ada bobot dan kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan siapa yang akan terseleksi sebagai peneriama beasiswa. Akan ditentukan :
Dari masing-masing kriteria tersebut bobotbobotnya. Pada bobot terdiri dari enam bilangan fuzzy, yaitu sangat rendah (SR), Rendah (R), Sedang (S), Tengah (T1), Tingggi (T2), dan Sangat Tinggi (ST) Seperti Terlihat pada gambar dibawah ini.
Dari masing-masing bobot tersebut, maka dibuat suatu variabel yang akan dirubah kedalam bilangan fuzzy dengan rumus ke-n/n-1.
1. Kriteria Penghasilan Orang tua (C1)
2. Kriteria Semester
3. Kriteria Jumlah Tanggungan Orang Tua
4. Kriteria Jumlah Saudara Kandung
5. Kriteria Nilai Rata-rata Rapot
b. Perancangan Database
Dalam Perencanaan sistem ini menggunakan beberapa tabel, yaitu tabel siswa, tabel fuzzy dan tabel SPK.
3. Perancangan Tabel SPK
1. Perancangan tabel siswa
2. Perancangan Tabel Nilai
3. Perancangan Tabel SPK
c. Perancangan Dialog
1. Perancangan Dialog Menu Utama
Tampilan Menu Utama Merupakan halaman utama dalam menjalankan aplikasi. Pada halaman ini terdapat menu, yaitu menu Siswa, Nilai, Fuzzy, SPK, Cetak SPK dan Keluar.
2. Perancangan Dialog Siswa
Form siswa ini digunakan untuk menginputkan data siswa.
3. Perancangan Dialog Nilai
Form Nilai ini digunakan untuk menginputkan data nilai siswa.
4. Rancangan Dialog SPK
Form SPK ini digunakan untuk memasukkan data penerimaan beasiswa yang terbaik.5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
- Perancangan yang telah disususn, sebagian besar merupakan kriteria untuk penerimaan beasiswa disekolah.
- Sistem yang dibangun dapat membantu kerja tim penyeleksi beasiswa dalam melakukan seleksi.
- Sistem yang dibangun dapat mempercepat proses penyeleksian beasiswa
- Bobot penghitungan adalah merupakan salah satu indikator penting dalam perhitungan untuk penerimaan beasiswa.
5.2 Saran
- Data yang dimasukkan kedalam program diharapkan menggunakan data yang benar.
- Dapat diklakukan penambahan variabel lainnya seperti prilaku siswa.
- Kriteria beasiswa dibuat lebih dinamis.
- Pengolahan bilangan fuzzy lebih dinamis.
- Seiring perkembangan teknologi, lebih baik jika sistem yang ada sekang dikembangkan lagi dengan memanfaatkan jaringan komputer sehingga masyarakat dapat menggunakan sendiri secara langsung.

Pengunjung yang Bijak selalu meninggalkan Jejak berupa Komentar.
EmoticonEmoticon